Minggu, 01 Oktober 2017

Fokus-Yakin-Konsisten


         Kendala yang seringkali menjangkit para wirausahawan muda seperti saya adalah ketidakkonsistenan serta ketidakfokusan diri terhadap apa yang telah direncanakan, terhadap apa yang telah dimulai. Di satu waktu memiliki rasa antusiasme dan keoptimisan yang begitu tinggi bak kerajaan langitnya kera sakti, di waktu lain justru memudar terselimuti rasa resah, letih juga gelisah karena tahu jalan yang dilewati ternyata tidak sesuai dengan apa yang diteorikan dalam pemikiran. Kadangkala, atau bahkan sering saya melihat beberapa orang yang merintis usahanya lalu kandas di tengah jalan, lebih parah lagi di tengahnya tengah jalan. Padahal di awal waktu punya keinginan kuat untuk bermanfaat serta keyakinan hebat untuk membuat.
    Memulainya lagi-lagi saya katakan bukanlah suatu hal yang mudah, mempertahankannya sampai menuju visi apalagi. Dan jelas tidak sembarang orang yang bisa bertahan juga berjalan pada bidang ini, bertahan dalam prosesnya, bertahan untuk melaluinya. Dari hasil akumulasi paradigma yang sudah dan seringkali saya lihat juga rasakan. Ternyata hanya orang-orang tertentu yang bisa bertahan untuk mencapai orientasi akhirnya. Tidak dan bukan seseorang yang memiliki public speaking yang baik, tidak dan bukan seseorang yang punya jabatan dalam organisasinya, tidak dan bukan seseorang yang punya Indeks Prestasi mendekati empat, atau tidak dan bukan orang yang sering menjuarai perlombaan business model canvas. Tapi iya dan benar adalah mereka yang punya semangat, punya mimpi, dan punya orientasi yang jelas dalam memulai usahanya. Orang-orang yang sabar dalam menjalani, sabar dalam melalui. Orang-orang yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam prosesnya. Orang-orang yang yakin serta percaya bahwa pada setiap kejadian selalu ada hikmah yang tersimpan, ada pembelajaran yang bisa digenggam, bahkan pada konteks kegagalan serta bentrokan pada sisi-sisinya. Orang-orang yang mau belajar pada konteks dimana, gimana, apa, dan siapa, tidak kemudian merasa tinggi dengan ilmu yang sudah dikecap.

Menjadi Fokus
          Tulisan ini sebenarnya punya korelasi yang jelas dengan tulisan saya di minggu lalu , ya tentang ketidakmudahan dalam memulai sebuah usaha. Tulisan ini juga berasal dari hal-hal yang saya temukan beberapa bulan kebelakang dengan ikut berwirausaha bersama beberapa teman. Namun dalam nyatanya berakhir pada katakanlah serah menyerah, bahkan pada tahap sebelum launching produk. Di awal waktu sangat semangat ; membuat logo, membuat poster coming soon yang ngga tau comingnya kapan, membuat akun-akun media sosial, bahkan membuat website dengan patokan harga yang tidak murah. Namun kandas, selesai, hilang. Tutup usia pada waktu yang sama sekali tidak wajar, termakan oleh keputusaan dalam problematika yang dibenturkan pada perencanaan serta keyakinan.
          Maka poin penting pada kali ini adalah sebuah kefokusan, konsistensi serta keyakinan. Fokus dalam berproses, konsisten dalam melalui serta yakin bahwa ada Allah yang selalu membersamai kita, dalam jalan yang kita tempuh saat ini untuk masa yang akan datang. Lagi dan lagi saya berdo'a semoga Allah SWT memudahkan langkah saya dan teman-teman sekalian dalam meraih impian di masa depan. Amin Ya Rabbal Alamin
"La Tahzan, Innallaha Ma'ana" (Q.S At-Taubah [9]: 40).

Ibnu Dharma Nugraha
Twitter : @_Ibnudharma
Share:

0 komentar:

Posting Komentar